Jenis Berita Straight News
PPKM
Darurat Pulau Jawa-Bali, Kota Solo Lockdown
Solo- Kota Solo saat ini
mengalami lockdown, karena aturan
Pemerintah yang terbaru yaitu PPKM darurat selama dua minggu lamanya yang
dimulai sejak hari Senin (05/07/2021).
Salah
satu warga sekitar bernama Rachma Dewi Pertiwi (25 tahun) menjelaskan bahwa
adanya aturan PPKM darurat ini bertujuan untuk meminimalisir lonjakan kasus positif
Covid-19. Penyebab pemerintah
memberlakukan PPKM darurat ini ialah yang paling utama karena masyarakat yang
semakin tidak peduli terhadap bahaya korona sehingga masih banyak kerumunan
yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa tempat.
Satpol
PP dan polisi bekerja sama dengan Dishub Kota Surakarta mengimbau kepada
masyarakat untuk tetap di rumah saja sesuai dengan aturan PPKM. Namun imbauan
tersebut dihiraukan oleh masyarakat karena masih terlihat adanya masyarakat
yang berkeliaran di jalan dan melintasi jalan saat PPKM darurat sudah
diberlakukan.
Upaya Pemerintah Kota Solo dalam menghadapi PPKM darurat ini yaitu melakukan penutupan jalan tahap II yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (07/07/2021) dengan waktu pelaksanaannya pukul 16.00 WIB (Jumat) hingga pukul 24.00 WIB (Minggu) yaitu:
1. Penutupan Jalan Slamet Riyadi
Lokasi
penutupan jalur dimulai dari Bundaran Gladag sampai dengan SP 4. Gendengan. Adapun
titik penyekatan jalannya yaitu:
-
Sp.4 Gendengan -
Sp.3 CIMB Niaga
-
Sp.4 Sriwerdari -
Sp.4 Ngarsopuro
-
Sp.3 Pengadilan -
Sp.4 Nonongan
-
Sp.4 Novotel -
Sp.4 Imam Bonjol
Bundaran Gladag
2. Penutupan Jalan Urip Sumoharjo
Lokasi
penutupan jalur dimulai dari SP.4 Utara Pasar Gedhe sampai dengan SP.4 Panggung
dengan titik penyekatan jalannya yaitu:
-
Sp.4 Utara Pasar Gedhe
-
Sp.4 Warung Pelem
-
Sp.4 Bok Bolong
- Sp.4 Panggung
3. Penutupan Jalan Piere Tendean
Lokasi
penutupan jalur dimulai dari SP.5 Utara Jembatan Keris sampai dengan SP.3
Palang Joglo dengan titik penyekatan jalannya yaitu:
-
Sp.5 Utara Patung Keris
-
Sp.3 Pasar Nusukan
- Sp.7 Palang Joglo
4. Penutupan Jalan Gatot Subroto
Lokasi
penutupan jalur dimulai dari SP.4 Sraten sampai dengan SP.4 Ngarsopuro dengan
titik penyekatan jalannya yaitu:
-
Sp.4 Sraten
-
Sp.4 Jl Muh Yamin
-
Sp.4 Singosaren
- Sp.4 Ngarsopuro
5. Penutupan Jalan Yos Sudarso
Lokasi
penutupan jalur dimulai dari SP.4 Gemblegan sampai dengan SP.4 Nonongan dengan
titik penyekatan jalannya yaitu:
-
Sp.4 Gemblegan
-
Sp.4 Notosuman
-
Sp.4 Kalilarangan
-
Sp.4 Coyudan
- Sp.4 Nonongan
6. Penutupan Jalan Dr Radjiman
Lokasi
penutupan jalur dimulai dari Pasar Klewer sampai dengan SP.4 Singosaren dengan
titik penyekatan jalannya yaitu:
-
Timur Pasar Klewer
-
Kawasan Toko Mas
-
Sp.4 Coyudan
-
Sp.4 Singosaren
Penutupan
jalan tersebut memberi dampak terhadap masyarakat karena tidak dapat melakukan
aktivitas seperti biasanya, seperti bepergian dengan kendaraan umum atau
kendaraan pribadi. Tetapi ada beberapa kendaraan yang diperbolehkan melintas di
jalan tersebut saat PPKM, diantaranya kendaraan pemadam kebakaran, ambulans,
iring-iringan pengantar jenazah, kendaraan TNI dan Polri, kendaraan Satgas
penanganan Covid, kendaraan Satgas PPKM darurat, dan konvoi atau kendaraan
untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
Kondisi
Kota Solo sebelum adanya PPKM masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas
di luar rumah bahkan nongkrong sampai tengah malam tanpa menerapkan protokol
kesehatan yang maksimal. Tetapi dengan adanya PPKM darurat kondisi Kota Solo
saat ini sepi, beberapa toko tidak ada yang buka, mall-mall juga tidak buka,
dan tidak ada kendaraan baik sepeda motor atau mobil memasuki jalan yang telah
di lockdown, namun masih ada beberapa
sepeda motor dan sepeda yang masih melintas walau tidak begitu banyak masyarakat
yang melintas.
Kota
Solo menjadi salah satu kota yang bisa dikatakan mematuhi aturan PPKM. Karena
masyarakatnya sekarang ini yang mulai sadar akan bahaya virus korona, maka dari
itu banyak masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah, work from home, serta
keluar karena adanya kepentingan. Lonjakan korban virus ini semakin hari
semakin bertambah, itulah yang membuat masyarakat untuk lebih berhati-hati
dalam melakukan aktivitas di luar rumah. Kita berharap pandemi ini cepat
berakhir sehingga kita semuanya bisa melakukan aktivitas sebelum adanya virus
korona.
Sumber:
ig @polrestasurakarta
Komentar
Posting Komentar