Film dengan Tema Profesi Jurnalistik

 

SHATTERED GLASS: SANG PENDONGENG BERITA



(www.movieposter.com)

Identitas Film

Sutradara : Billy Ray

Produser  : Craig Baumgarten,Tove Christensen, Gaye Hirsch, dan Adam Merims

Penulis    : Billy Ray

SINOPSIS

Shattered Glass, sebuah film bertema jurnalistik yang diangkat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada majalah New Republic yang disebut sebagai salah satu koran terkenal di New York dimana selalu membahas politik dan menitikberatkan pada masalah tahun 1998. Film tersebut bercerita tentang salah satu jurnalis yang bekerja di New Republic bernama Stephen Glass. Glass merupakan seorang jurnalis yang cerdas tetapi memiliki gaji yang sangat kecil. Namun dia sangat menyukai pekerjaannya karena tulisan-tulisan yang dia buat selalu menarik minat pembaca dan dia juga selalu berpikir tulisannya dibaca oleh orang-orang penting.

Stephen Glass dalam film ini digambarkan sebagai seorang jurnalis yang imajinatif. Salah satu tulisannya ialah artikel mengenai partisipasinya dalam sebuah rapat Partai Republik yang kemudian editor dalam majalah tersebut yang bernama Michael Kelly menemukan beberapa fakta yang tidak sesuai dengan tulisan Glass. Tetapi Glass menampik tudingan dari Kelly bahwa Glass tidak keliru atas artikel yang ia tulis. Di sisi lain Kelly pernah berdebat dengan bosnya yaitu Marty Peretz dikarenakan bosnya memberikan perintah kepada staffnya untuk menyunting beberapa artikel yang bermasalah sesuai dengan EYD dengan cara melingkari tanda koma yang berada di artikel, namun Kelly tidak setuju dengan tindakan bosnya karena menganggap tulisan Kelly penuh dengan kesalahan. Masalah tersebut berujung dengan pengunduran diri Kelly dari kantor majalah New Republic. Pada akhirnya Kelly digantikan oleh Charles Lane, namun para staff tidak setuju dengan keputusan Marty. Para staff merasa kecewa dan tidak menyukai Lane. Mereka sudah terlanjur nyaman dengan Kelly yang dianggap sebagai editor yang melindungi penulisnya.

Masalah muncul ketika Lane menggantikan Kelly. Bermula dari cerita Glass mengenai seorang hacker yang berhasil membobol sistem keamanan salah satu perusahaan sofware terbesar di New York, ia bernama Restil. Sampai waktunya artikel tersebut diterbitkan, Adam Penenberg dan Andy Fox seorang penulis dari majalah Forbes mengadu kepada Lane. Ia mengatakan bahwa tulisan Glass tidak sesuai fakta dan banyak sekali kejanggalan pada tulisannya. Lane akhirnya menerima laporan tersebut, ia segera mencari letak kesalahan Glass. Selang beberapa waktu setelah Lane mencari bukti-bukti kejanggalan dari tulisan Glass, ia berbicara kepada staffnya serta bosnya untuk memecat Glass. Namun Lane mendapat tekanan dari staffnya, mereka sangat menyukai Glass dan menganggap Lane sangatlah egois. Tidak jauh berbeda dari bosnya, Marty juga tidak setuju dengan keputusan Lane. Ia menganggap hal tersebut akan membuat jatuhnya perusahaan New Republic. Namun Lane segera mencari berbagai cara untuk meyakinkan staff dan bosnya, bahwa keputusannya untuk memecat Glass tidaklah salah. Pada akhirnya Glass memanglah memalsukan berita yang ia tulis.

 

ULASAN

Dari film tersebut dapat diambil beberapa poin, bahwa menjadi seorang penulis berita haruslah memiliki beberapa kompetensi, yaitu:

1.      Kompetensi Pengetahuan

Film tersebut membuktikan bahwa menjadi seorang jurnalis jangan sekali-kali memalsukan berita. Harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Seorang jurnalis juga harus memiliki pengetahuan akan profesi jurnalistik itu. Tidak hanya mencari berita, menulis berita, dan menyajikan berita tetapi juga harus menggali lebih dalam tulisannya apakah sesuai dengan fakta atau menurut karangan dari si penulis.

2.      Kompetensi Kemampuan/Skill

Menjadi seorang jurnalis haruslah selalu mengedepankan kebenaran dan fakta yang terjadi. Seperti yang dilakukan Lane, ia selalu memastikan berita yang ditulis oleh para penulis berita di majalah New Republic, dimana ia setelah mendapat laporan dari perusahaan lainnya terkait tulisan yang ditulis oleh Glass mencari bukti-bukti dan menyelesaikan masalahnya sampai ke akarnya agar tidak berdampak pada perusahaan. Karena pada akhirnya tulisan yang benar dan sesuai dengan fakta akan menarik perhatian yang lebih dari pembaca.

3.      Kompetensi Etika

Dari Shattered Glass kita belajar bahwa tulisan berita maupun artikel selalu mengedepankan berita yang sesuai dengan fakta, karena tulisannya selalu mempengaruhi pembaca. Shattered Glass memberikan pemahaman, bahwa orang yang cerdas tidak memperlihatkan dirinya cerdas begitu juga orang bodoh tidak akan memperlihatkan bahwa dirinya pintar. Glass berhasil membohongi teman-temannya bahwa dirinya itu hebat. Seorang jurnalis harus memiliki etika yang baik dalam mengolah dan menyajikan berita.

Komentar